Latest Post

Anggun-nya

Diketahui :

Mengenakan Busana Muslimah dengan warna biru muda, berkacamata, terlihat anggun dengan
senyumnya yang terpancar dari raut mukanya, usia sekitar 20-an, berjilbab biru yang dipadukan dengan busana muslimahnya, menambah pesona tersendiri bagi yang melihatnya, dengan handycam ditangannya, terakhir terlihat diacara terobosan award 2006.

Ditanyakan :

Siapa yah namanya ?
 
Lama ga posting nih, abis malas banget harus posting apaan sih, pengennya sih posting kegiatan qw tapi yah itulah malas yang masih bertengger didalam diri ini, dan akhir2 ini semua kegiatan terasa malas utk qw kerjakan mulai itu bersifat ngebahas muqarrar, urusan sana-sini yang sifatnya secret banget, tapi bagi diri ini semua sifat itu bertolak belakang banget ama sifat2 yang ada pada diri qw dulu, artinya berubah drastis banget, pengen ngerjakan yang berguna eh malah terbendung lagi ama sifat malas itu, so ga jadi deh utk ngerjain perbuatan itu lagi, dan akhirnya terbengkalai lagi.
Btw bagi teman2 yang punya masukan tentang this problem please yah bantuin donk, itung2 amal, he he he he.qw tunggu yah masukannya


nb: muqarrar = diktat kuliah
 

ke siangan lagi

Wah,,, emang sih akoe ini susah banget kalau mau sahur, alias susah banget dibangunin, ga tau yah, sampe-sampe waktu masih di indo juga my mother susah banget utk bangunin akoe malah ampe marah2x. yang jelas nih keadaan susah utk akoe rubah, atau emang sih akoe yang ga mau ngerubahnya kaleee. btw akoe kepengen banget nih sifat ilang jauh2x dari dalam diriku.sisa

Dan keadaan itu terulang lagi semalam,,,,akoe udah dibangunin eh malah marah-marah, padahal akoe yang minta dibangunin sih, coba bayangin deh akoe yang minta utk dibangunin eh ternyata akoe sendiri yang ga mau bangun, gitu deh kalau udah malas sahur, abis tidur aja telat jadi bangun susah.
So ini adalah yang harus akoe rubah secepat-cepatnya sebelum akoe menjadi kepala rumah tangga he he he he he. bisa berabe nantinya kalau istri bangunin eh malah akoe marah2x, ya Allah berilah hambamu ini kekuatan utk merubah sifat akoe itu.
 

Ramadhan....

Tak terasa ramadhan menyapa kita kembali sambil membawa beribu-ribu ampunan dan maqfirah-nya buat ummat Muhammad yang menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan ini. Sejalan dengan itu juga kita selaku ummat yang senantiasa menjalankan perintah dan larangannya harus senantiasa berbuat dan berusaha menjadi sebaik-baik ummat yang terlahir di muka bumi ini.
Tak terasa juga sudah tiga kali Ramadhan aku lalui tanpa berkumpul dengan sanak famili dan keluarga, berbeda dengan tiga tahun sebelumnya, yah itulah nasib seorang penuntut ilmu yang mengharuskan aq untuk bisa dan mampu membendung rasa kangen, rasa rindu dan beribu macam rasa-rasa lain terhadap keluarga dan sanak famili di indonesia.
 

"Cinta Ibu"

DELAPAN KEBOHONGAN SEORANG IBU DALAM HIDUPNYA

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisahini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah danbekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi sepertiini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MottaQien Inside - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Re-Design Kunyuk
Proudly powered by Blogger